IPSI, yang didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, adalah organisasi nasional Pencak Silat tertua di dunia dan satu-satunya organisasi nasional Pencak Silat di Indonesia. Bapak-bapak pendiri IPSI adalah :
1. Wongsonegoro
2. Soeratno Sastroamidjojo
3. Marjoen Soedirohadiprodjo
4. Dr. Sahar
5. Soeria Atmadja
6. Soeljohadikoesoemo
7. Rachmad Soeronegoro
8. Moenadji
9. Roeslan
10. Roesdi Iman Soedjono
11. S. Prodjosoemitro
12. Moh. Djoemali
13. Margono
14. Soemali
15. Karnandi
16. Ali Marsaban
Ketua Pusat Kebudayaan Kedu
Sekretaris Pusat Kebudayaan Kedu
Pencak Sumatra
SHO
Pencak Jawa Barat
SH Madiun
SH Madiun
SH Solo
SH Kediri
SH Kediri
PORI Bagian Pencak
Yogyakarta
SH Yogyakarta
Ketua PORI
Kementerian Pembangunan dan Pemuda
Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan
Pendirian IPSI didasarkan pada 3 tujuan utama sebagai satu kesatuan, yakni :
1. Mempersatukan dan membina seluruh perguruan Pencak Silat di Indonesia.
2. Melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat beserta nilai-nilainya.
3. Menjadikan Pencak Silat dan nilai-nilainya sebagai sarana pembangunan bangsa dan ahlak.
Asas IPSI adalah Pancasila. Kehidupan dan hubungan di lingkungan IPSI didasarkan pada semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kesetiakawanan dalam kerangka persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk. IPSI tidak berafiliasi, berorientasi dan berfungsi politik.
Skala kegiatan IPSI meliputi seluruh wilayah Indonesia. Anggota IPSI terdiri dari perguruan-perguruan Pencak Silat yang secara sukarela menyatakan menjadi anggota IPSI dan bersedia menyesuaikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya (AD dan ART-nya) dengan AD dan ART IPSI. Jumlah seluruh anggota IPSI sekitar 800-an perguruan Pencak Silat, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengajarkan sekitar 150 aliran (gaya) Pencak Silat.
Jumlah perguruan dan aliran Pencak Silat di Indonesia paling banyak jika dibandingkan dengan jumlah perguruan dan aliran Pencak Silat di negara-negara sumber Pencak Silat lainnya, yakni Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Karena itu, Indonesia disebut sebagai negara sumber Pencak Silat yang terbesar.
Aliran Cimande dan Silek Tuo (Minangkabau) adalah aliran Pencak Silat tua dan besar di Indonesia, yang mempengaruhi banyak aliran Pencak Silat yang diajarkan di berbagai perguran Pencak Silat di Indonesia maupun di negara sumber Pencak Silat lainnya.
Perguruan-perguruan Pencak Silat di Indonesia dapat dikategorisasikan ke dalam perguruan tradisional, peralihan dan modern. Perbedaannya terletak pada cara mengelola perguruan dan cara mengajar dan melatih.
Pada dasarnya, tujuan perguruan adalah melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat melalui pendidikan, pengajaran, pelatihan dan promosi.
Ada 10 perguruan yang berkualifikasi sebagai perguruan historis atau anggota khusus IPSI Pusat. Nama-nama perguruan tersebut tersebut adalah :
1. Persaudaraan Setia Hati.
2. Persaudaraan Setia Hati Terate.
3. Perisai Diri.
4. Perisai Putih.
5. Tapak Suci.
6. Phasadja Mataram.
7. Perguruan Pencak Indonesia (PERPI) Harimurti.
8. Persatuan Pencak Seluruh Indonesia (PPSI).
9. Putra Betawi.
10. Nusantara.
IPSI mempunyai pengurus di eselon pusat atau nasional serta di eselon propinsi, daerah tingkat II dan kecamatan yang nama-namanya adalah : Pengurus Besar, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang dan Pengurus Ran-ting. Masa kerja pengurus IPSI adalah 4 tahun.
Lembaga tertinggi bagi IPSI dan seluruh anggotanya adalah Musyawarah Nasional IPSI yang dilaksanakan 4 tahun sekali. Peserta musyawarah ini terdiri dari wakil-wakil Pengurus Besar IPSI, Pengurus Daerah IPSI dan10 perguruan
Kode etik manusia Pencak Silat Indonesia, yang disebut pesilat Indonesia, adalah “Prasetya Pesilat Indonesia”, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 7 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai berikut :
1. Kami pesilat Indonesia adalah warga negara yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur.
2. Kami pesilat Indonesia adalah warga negara yang membela dan mengamal-kan Pancasila dan Undang -Undang Dasar 1945.
3. Kami pesilat Indonesia adalah pejuang yang mencintai bangsa dan Tanah Air Indonesia.
4. Kami pesilat Indonesia adalah pejuang yang menjunjung tinggi persau-daraan dan persatuan bangsa.
5. Kami pesilat Indonesia adalah pejuang yang senantiasa mengejar ke-majuan dan berkepriba-dian Indonesia.
6. Kami pesilat Indonesia adalah kesatria yang selalu menegakkan kebe-naran, kejujuran dan keadilan.
7. Kami pesilat Indonesia adalah kesatria yang tahan uji dalam mengha-dapi cobaan dan godaan.
Lambang IPSI disusun bersama oleh Yanuarno dan Harsoyo. Yanuarno menyusun gambar lambang, sedangkan Harsoyo merumuskan makna gambar tersebut. Lambang tersebut disahkan oleh Munas IPSI tahun 1977.
Sejak tahun 1948 sampai 2005, di tataran nasional, IPSI dipimpin oleh 4 orang Ketua Umum PB IPSI, yaitu Wongsonegoro (1948-1973), Tjokropranolo (1973-1981), Eddie M. Nalapraya (1981-2003). dan Prabowo Subianto (sejak 4 Juli 2003).
Alamat Pengurus Besar IPSI (PB IPSI) adalah : Padepokan Pencak Silat Inonesia Jl. Taman Mini I, Jakarta 13560, telepon / fax : 021-8413815 / 021-8416214.
sumber:http://www.persilat.org/Ipsi_Indonesia.htm
Tampilkan postingan dengan label pencak silat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pencak silat. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Januari 2010
Pencak silat historis (AD/ART Munas IPSI tahun 2003)
AD/ART Munas IPSI tahun 2003
BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Keanggotaan IPSI terdiri dari :
1. Keanggotaan Umum.
2. Keanggotaan Khusus.
Pasal 2
Keanggotaan Umum IPSI adalah keanggotaan yang dimiliki oleh Perguruan/ Organisasi Pencak Silat yang telah memenuhi syarat dan telah diterima sebagai anggota IPSI melalui tata cara permohonan yang telah ditentukan.
Pasal 3
Keanggotaan Umum terdiri dari :
1. Keanggotaan IPSI Pusat.
2. Keanggotaan IPSI Daerah.
3. Keanggotaan IPSI Cabang.
4. Keanggotaan IPSI Ranting.
Pasal 4
1. Keanggotaan Khusus IPSI adalah keanggotaan dimiliki secara otomatis oleh Perguruan historis/Organisasi Pencak Silat ditinjau dari sejarah perkembangan IPSI mempunyai kedudukan khusus dan hanya berlaku di Tingkat Pusat.
2. Perguruan Anggota Khusus IPSI adalah :
2.1. Persaudaraan Setia Hati.
2.2. Persaudaraan Setia Hati Terate.
2.3. Perisai Diri.
2.4. Perisai Putih.
2.5. Tapak Suci.
2.6. Phasaja Mataram.
2.7. Persatuan Pencak Silat (PERPI) Harimurti.
2.8. Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI).
2.9. Putra Betawi.
2.10. Nusantara.
Pasal 5
Persyaratan Perguruan/Organisasi Pencak Silat menjadi Anggota Umum IPSI :
1. Untuk menjadi anggota IPSI Ranting, harus mempunyai anggota aktif sekurang-kurangnya 25 orang.
2. Untuk menjadi anggota IPSI Cabang, harus mempunyai jumlah Ranting sekurang-kurangnya seper-empat ( ¼ ) jumlah IPSI Ranting yang terdapat di wilayah tugas IPSI Cabang yang bersangkutan. Ketentuan ini tidak berlaku untuk Cabang yang belum mempnyai IPSI Ranting dan hanya dapat satu ( 1 ) Perguruan Pencak Silat. Perguruan Pencak Silat bersangkutan dapat secara langsung mendaftar menjadi anggora IPSI Cabang yang terkait
3. Untuk menjadi anggota IPSI Daerah, harus mempunyai jumlah Cabang sekurang-kurangnya setengah (½) jumlah IPSI Cabang yang terdapat di wilayah tugas IPSI Daerah yang bersangkutan dan seluruhnya telah menjadi anggota IPSI Cabang
4. Untuk menjadi anggota IPSI Pusat, harus mempunyai jumlah cabang sekurang-kurangnya (½) + 1 anggota IPSI Daerah dan seluruhnya telah menjadi anggota IPSI Daerah.
----------
AR:
Status perguruan khusus/historis diberikan hanya kepada 10 perguruan di atas, karena berjasa dan memiliki sejarah pengembangan IPSI serta dikukuhkan dalam Munas IPSI tahun 1973.
Sedangkan 5 perguruan biasa baru diterima tahun ini hanya berdasarkan skep ketua umum PB IPSI 2003-2007 yaitu: MP, PSTD, SMI, Kalimasada dan Persinas ASAD, di mana mereka memiliki hak suara dalam munas, tetapi mereka bukan perguruan historis. Bagi sebagian pengda dan perguruan historis, keputusan memasukkan 5 perguruan ini dianggap ''cacat hukum" sebab tidak sesuai dan melanggar AD/ART di atas, di mana ada syarat2 harus ada di 1/2 + 1 Propinsi dan 1/2+1 Kabupaten yg ada di propinsi tersebut. Tidak adanya verifikasi terhadap keabsahan dan keberadaan perguruan tersebut di 1/2 + 1 propinsi dan kabupaten tersebut menimbulkan kecurigaan bahwa ini adalah akal2an supaya adanya penambahan suara baru bagi calon kandidat ketua PB IPSI dalam munas kemarin.
BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Keanggotaan IPSI terdiri dari :
1. Keanggotaan Umum.
2. Keanggotaan Khusus.
Pasal 2
Keanggotaan Umum IPSI adalah keanggotaan yang dimiliki oleh Perguruan/ Organisasi Pencak Silat yang telah memenuhi syarat dan telah diterima sebagai anggota IPSI melalui tata cara permohonan yang telah ditentukan.
Pasal 3
Keanggotaan Umum terdiri dari :
1. Keanggotaan IPSI Pusat.
2. Keanggotaan IPSI Daerah.
3. Keanggotaan IPSI Cabang.
4. Keanggotaan IPSI Ranting.
Pasal 4
1. Keanggotaan Khusus IPSI adalah keanggotaan dimiliki secara otomatis oleh Perguruan historis/Organisasi Pencak Silat ditinjau dari sejarah perkembangan IPSI mempunyai kedudukan khusus dan hanya berlaku di Tingkat Pusat.
2. Perguruan Anggota Khusus IPSI adalah :
2.1. Persaudaraan Setia Hati.
2.2. Persaudaraan Setia Hati Terate.
2.3. Perisai Diri.
2.4. Perisai Putih.
2.5. Tapak Suci.
2.6. Phasaja Mataram.
2.7. Persatuan Pencak Silat (PERPI) Harimurti.
2.8. Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI).
2.9. Putra Betawi.
2.10. Nusantara.
Pasal 5
Persyaratan Perguruan/Organisasi Pencak Silat menjadi Anggota Umum IPSI :
1. Untuk menjadi anggota IPSI Ranting, harus mempunyai anggota aktif sekurang-kurangnya 25 orang.
2. Untuk menjadi anggota IPSI Cabang, harus mempunyai jumlah Ranting sekurang-kurangnya seper-empat ( ¼ ) jumlah IPSI Ranting yang terdapat di wilayah tugas IPSI Cabang yang bersangkutan. Ketentuan ini tidak berlaku untuk Cabang yang belum mempnyai IPSI Ranting dan hanya dapat satu ( 1 ) Perguruan Pencak Silat. Perguruan Pencak Silat bersangkutan dapat secara langsung mendaftar menjadi anggora IPSI Cabang yang terkait
3. Untuk menjadi anggota IPSI Daerah, harus mempunyai jumlah Cabang sekurang-kurangnya setengah (½) jumlah IPSI Cabang yang terdapat di wilayah tugas IPSI Daerah yang bersangkutan dan seluruhnya telah menjadi anggota IPSI Cabang
4. Untuk menjadi anggota IPSI Pusat, harus mempunyai jumlah cabang sekurang-kurangnya (½) + 1 anggota IPSI Daerah dan seluruhnya telah menjadi anggota IPSI Daerah.
----------
AR:
Status perguruan khusus/historis diberikan hanya kepada 10 perguruan di atas, karena berjasa dan memiliki sejarah pengembangan IPSI serta dikukuhkan dalam Munas IPSI tahun 1973.
Sedangkan 5 perguruan biasa baru diterima tahun ini hanya berdasarkan skep ketua umum PB IPSI 2003-2007 yaitu: MP, PSTD, SMI, Kalimasada dan Persinas ASAD, di mana mereka memiliki hak suara dalam munas, tetapi mereka bukan perguruan historis. Bagi sebagian pengda dan perguruan historis, keputusan memasukkan 5 perguruan ini dianggap ''cacat hukum" sebab tidak sesuai dan melanggar AD/ART di atas, di mana ada syarat2 harus ada di 1/2 + 1 Propinsi dan 1/2+1 Kabupaten yg ada di propinsi tersebut. Tidak adanya verifikasi terhadap keabsahan dan keberadaan perguruan tersebut di 1/2 + 1 propinsi dan kabupaten tersebut menimbulkan kecurigaan bahwa ini adalah akal2an supaya adanya penambahan suara baru bagi calon kandidat ketua PB IPSI dalam munas kemarin.
Label:
pencak silat
Kamis, 17 Desember 2009
SEA Games XXV Laos Mengecewakan! Silat Hanya Bisa Raih Dua Emas
Kamis, 17 Desember 2009 | 21:28 WIB
VIENTIANE, KOMPAS.com — Tim silat Indonesia harus pulang dengan menelan kekecewaan. Pasalnya, secara total mereka hanya meraih dua emas dari target semula lima medali pada SEA Games XXV 2009 di Gedung Lao ITTEC Vientiane, Kamis (17/12/2009).
Satu tambahan emas dari empat pesilat Indonesia yang tampil di final pada pertandingan hari terakhir itu diraih oleh I Komang Wahyu Purbayasari di kelas 70 kg, menyusul satu emas dari nomor ganda putra yang diraih beberapa hari sebelumnya.
Komang, pesilat terakhir Indonesia yang tersisa, mengalahkan Min Swe dari Myanmar dengan skor telak 5-0.
Seusai pertandingan, Komang mengatakan bahwa ia hanya berusaha mengikuti instruksi pelatih Catur Indro agar tampil lebih tenang dan sabar menunggu saat untuk menyerang.
"Selain itu, lawan saya dari Myanmar ternyata tidak terlalu bagus. Saya justru harus bekerja keras pada babak-babak sebelumnya," kata pria kelahiran 22 September 1986 itu.
"Selain itu, saya juga sudah bertekad kepada diri sendiri bahwa saya datang sendiri bukan untuk kalah, melainkan untuk membawa medali emas," kata Komang yang sekarang tercatat sebagai anggota Polda NTB dengan pangkat briptu.
Dukungan langsung yang diberikan Mennegpora Andi Mallarangeng, Ketua KONI-KOI Rita Subowo, dan Ketua Kontingen Alex Noerdin ternyata belum cukup untuk memompa semangat atlet untuk meraih kemenangan.
Dari empat nomor final yang diikuti tim silat Indonesia pada pertandingan hari terakhir cabang tersebut, hanya satu medali emas yang diraih melalui Komang.
Dari tiga nomor final sebelumnya, pesilat Indonesia berguguran satu demi satu. Ini diawali oleh Pujo Hanoko di kelas 60 kg putra.
Pujo tidak bisa berbuat banyak dan menyerah dengan skor telak 0-5 dari Nguyen Ba Trinh dari Vietnam. Pesilat asal Bali, Ni Nyoman Suparniti (kelas 65 kg), yang diharapkan menambah perolehan emas agar tidak semakin terpuruk, juga menyerah kepada pesilat Vietnam, Nguyen Thi Phuong Thuy, dengan skor 1-4.
Sementara itu, M Sodik yang bertanding di kelas 65 kg juga kalah telak 0-5 dan kali ini kepada pesilat Thailand, Chaiwat Nimma.
Manajer tim Bambang Rus Effendi secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat silat, karena hanya mampu merebut dua emas dan gagal mempertahankan gelar juara seperti di SEA Games 2007. Kala itu, perwakilan Indonesia di cabang tersebut meraih lima emas.
Dengan berakhirnya cabang pencak silat yang total mempertandingkan 17 nomor, Vietnam keluar sebagai juara dengan meraih enam emas, empat perak, dan satu perunggu, disusul oleh Malaysia dengan empat emas dan enam perak.
Thailand berada di peringkat ketiga dengan dua emas, empat perak, dan empat perunggu atau unggul selisih perak dengan Indonesia yang juga meraih dua emas, tetapi dengan tiga perak dan tiga perunggu.
Bagi Indonesia, ini adalah hasil terburuk di SEA Games setelah di Hanoi pada 2003 yang hanya merebut tiga emas.
- Perolehan medali untuk cabang silat:
Vietnam 6 4 1
Malaysia 4 0 6
Thailand 2 4 4
Indonesia 2 3 3
Singapura 1 2 5
Laos 1 2 4
Brunei 1 0 3
Myanmar 0 1 1
Filipina 0 1 1
Editor: lou
Sumber : ANT
VIENTIANE, KOMPAS.com — Tim silat Indonesia harus pulang dengan menelan kekecewaan. Pasalnya, secara total mereka hanya meraih dua emas dari target semula lima medali pada SEA Games XXV 2009 di Gedung Lao ITTEC Vientiane, Kamis (17/12/2009).
Satu tambahan emas dari empat pesilat Indonesia yang tampil di final pada pertandingan hari terakhir itu diraih oleh I Komang Wahyu Purbayasari di kelas 70 kg, menyusul satu emas dari nomor ganda putra yang diraih beberapa hari sebelumnya.
Komang, pesilat terakhir Indonesia yang tersisa, mengalahkan Min Swe dari Myanmar dengan skor telak 5-0.
Seusai pertandingan, Komang mengatakan bahwa ia hanya berusaha mengikuti instruksi pelatih Catur Indro agar tampil lebih tenang dan sabar menunggu saat untuk menyerang.
"Selain itu, lawan saya dari Myanmar ternyata tidak terlalu bagus. Saya justru harus bekerja keras pada babak-babak sebelumnya," kata pria kelahiran 22 September 1986 itu.
"Selain itu, saya juga sudah bertekad kepada diri sendiri bahwa saya datang sendiri bukan untuk kalah, melainkan untuk membawa medali emas," kata Komang yang sekarang tercatat sebagai anggota Polda NTB dengan pangkat briptu.
Dukungan langsung yang diberikan Mennegpora Andi Mallarangeng, Ketua KONI-KOI Rita Subowo, dan Ketua Kontingen Alex Noerdin ternyata belum cukup untuk memompa semangat atlet untuk meraih kemenangan.
Dari empat nomor final yang diikuti tim silat Indonesia pada pertandingan hari terakhir cabang tersebut, hanya satu medali emas yang diraih melalui Komang.
Dari tiga nomor final sebelumnya, pesilat Indonesia berguguran satu demi satu. Ini diawali oleh Pujo Hanoko di kelas 60 kg putra.
Pujo tidak bisa berbuat banyak dan menyerah dengan skor telak 0-5 dari Nguyen Ba Trinh dari Vietnam. Pesilat asal Bali, Ni Nyoman Suparniti (kelas 65 kg), yang diharapkan menambah perolehan emas agar tidak semakin terpuruk, juga menyerah kepada pesilat Vietnam, Nguyen Thi Phuong Thuy, dengan skor 1-4.
Sementara itu, M Sodik yang bertanding di kelas 65 kg juga kalah telak 0-5 dan kali ini kepada pesilat Thailand, Chaiwat Nimma.
Manajer tim Bambang Rus Effendi secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat silat, karena hanya mampu merebut dua emas dan gagal mempertahankan gelar juara seperti di SEA Games 2007. Kala itu, perwakilan Indonesia di cabang tersebut meraih lima emas.
Dengan berakhirnya cabang pencak silat yang total mempertandingkan 17 nomor, Vietnam keluar sebagai juara dengan meraih enam emas, empat perak, dan satu perunggu, disusul oleh Malaysia dengan empat emas dan enam perak.
Thailand berada di peringkat ketiga dengan dua emas, empat perak, dan empat perunggu atau unggul selisih perak dengan Indonesia yang juga meraih dua emas, tetapi dengan tiga perak dan tiga perunggu.
Bagi Indonesia, ini adalah hasil terburuk di SEA Games setelah di Hanoi pada 2003 yang hanya merebut tiga emas.
- Perolehan medali untuk cabang silat:
Vietnam 6 4 1
Malaysia 4 0 6
Thailand 2 4 4
Indonesia 2 3 3
Singapura 1 2 5
Laos 1 2 4
Brunei 1 0 3
Myanmar 0 1 1
Filipina 0 1 1
Editor: lou
Sumber : ANT
Label:
pencak silat
Rabu, 16 Desember 2009
Musuh Bebuyutan di Final Pencak Silatseagame2009

Rabu, 16 Desember 2009 | 17:08 WIB
JAKARTA, Kompas.com - Pesilat putri nasional Ni Nyoman Suparniti akan bertemu atlet Vietnam Nguyen Phuong Thuy untuk keempat kalinya ketika keduanya berhadapan di final pencak silat kelas D putri SEA Games XXV Laos, Kamis (17/12).
Dalam laga di Hall 3 gedung Lao ITECC nanti, Nyoman merupakan satu di antara empat atlet Indonesia yang akan tampil di antara 13 nomor final yang digelar secara berurutan sejak pukul 09:00 dan Nyoman kebagian tampil pada partai kelima pukul 10:20.
"Saya sudah tiga kali bertemu dengan dia (Phuong Thuy). Dari tiga kali pertemuan itu saya menang dua kali sehingga sudah hafal dengan gaya dia bertanding. Mudah-mudahan saya bisa mengatasinya kalau seandainya bertemu dia lagi di final," ujar Nyoman sebelum keberangkatan ke Laos.
Atlet kelahiran Bakas, Bali, 17 Mei 1984 dan berbobot 61 kilogram ini pertama kali bertemu Nguyen Phuong Thuy adalah di Kejuaraan Dunia 2004 di Singapura, ketika itu Nyoman meraih medali emas. Nyoman kemudian menang lagi di ajang Asian Martial Arts Games I Thailand pada Agustus lalu.
Nyoman dihentikan lawan yang sama pada babak awal SEA Games 2005 di Filipina. Namun ia kemudian berhasil mengharumkan bangsa lewat prestasi emasnya di ajang SEA Games 2007 Thailand dan Asian Beach Games 2008 Bali di kelas D putri.
Kini Nyoman kembali maju ke final setelah di semifinal menundukkan atlet tuan rumah Laos Bouaphay di semifinal 14 Desember lalu. Sedangkan Phuong Thuy menyisihkan atlet Thailand Jongdee Hemkaeo.
Selain Nyoman, tiga atlet Indonesia lainnya yang tampil di final adalah Pujo Janoko, M Sodik dan I Komang Wahyu. Pujo Janoko akan berhadapan Nguyen Ba Trinh (Vietnam) di kelas C (55-60kg) pukul 09:20. M Sodik melawan Chaiwat Nimma (Thailand) di kelas D (60-65kg) pukul 15:00, sedangkan I Komang Wahyu berhadapan Min Swe (Myanmar) di kelas E (65-70kg) pukul 15:30.
Jadwal pertandingan final pencak silat selengkapnya seperti dikutip dari situs Panpel (LAOSOC) adalah:
- 09:00 Kelas A 45kg-50kg - Putri : Le Thi Phi Nga (Vie) vs Boutsady (Lao)
- 09:20 Kelas C 55kg-60kg - Putra: Nguyen Ba Trinh (Vie) vs PUJO JANOKO
- 09:40 Kelas B 50kg-55kg - Putri : Huynh Thi Thu Hong (Vie) vs Dinniyati Julami (Sin)
- 10:00 Kelas F 70kg-75kg - Putra : Truong Van Mao (Vie) Mohd Fauzi (Mas)
- 10:20 Kelas D 60kg-65kg - Putri : NI NYOMAN SUPARNITI (INA) vs Nguyen Phuong Thuy (Vie)
- 11:00 Kelas G 75kg-80kg - Putra : Vu The Hoang (Vie) vs Shakir Juanda (Sin)
- 11:00 Kelas E 65kg-70kg - Putri : Le Thi Hong Ngoan (Vie) vs Monruthai B (Tha)
- 11:30 Kelas H 80kg-85kg - Putra : Chanon Untakool (Tha) vs Faizal Abdullah (Mas)
- 14:30 Kelas A 45kg-50kg - Putra : Moh Hafiz (Mas) vs Okhe Botsavang (Lao)
- 14:30 Kelas B 50kg-55kg - Putra : Nanthachai (Tha) vs Tran Van Toan (Vie)
- 15:00 Kelas D 60kg-65kg - Putra : M SODIK (INA) vs Chaiwat Nimma (Tha)
- 15:00 Kelas C 55kg-60kg - Putri : Emy Latip (Mas) vs Jutarat Noytapa (Tha)
- 15:30 Kelas E 65kg-70kg - Putra : Min Swe (Mya) vs I KOMANG WAHYU (INA)
CAY
Editor: cay
Sumber : ANT
http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Label:
pencak silat
Senin, 05 Oktober 2009
trik sederhana mengatasi kecemasan di gelanggang
Ada satu trik sederhana yang boleh diaplikasikan terutama yang masih keranjingan adrenalin main pencak silat di gelanggang:
1. Secara sadar, niatkan sepenuh hati untuk fokus ke permainan. Ini bisa dimulai ketika kita mulai berdoa sebelum melakukan peregangan dan senam. Sebelum berdoa, niatkan bahwa pikiran dan kondisi mental anda "siap" atau "ON" setelah selesai berdoa.
2. Lakukan stretching/peregangan secara perlahan-lahan, pastikan semua otot terulur dengan baik. Dan pastikan gerakan senam yang anda lakukan benar-benar maksimal menaikkan denyut nadi di kisaran main (masuk zona latihan)
3. Untuk mengusir rasa cemas/grogi/takut, saar stretching dan senam ulang-ulang saja frase kata berikut ini: "Fokus-rileks, fokus rileks, fokus rileks, fokus rileks," atau "santai-kuat" atau cukup "fokus-fokus-fokus.." atau kata pendek lain yang anda inginkan.
beberapa atlit mungkin merasa nyaman dengan mengucap doa secara pendek atau mengucapkan dzikir. Sama saja, asalkan itu:
a. pendek dan mudah diulang-ulang
b. tidak mengandung kata negatif misalnya "tidak" atau "jangan" atau "bukan", dsb
c. anda tidak harus memepercayainya, yang perlu dilakukan cuma mengulang-ulangnya dalam hati
4. Ketika sudah berada di pojok grlanggang, berdoalah sekali lagi. Saat itu niatkan dan fokuskan bahwa setelah selesai berdoa, anda sudah berada dalam keadaan "SIAP MAIN". Saat itu, lupakan menang kalah, yang ada di kepala cukup "main".
Permainan pencak silat sangat fleksibel, jadi jangan kaku dengan permainan atau strategi yang sudah direncanakan. Selama kondisi pikiran tetap rileks, kita bisa sangat fleksibel berubah pola main satu ke pola main yang lain, menyesuaikan dengan waktu dengan mudah tanpa harus merasa panik (untuk TGR) sehingga performance tinggi tetap bisa diperoleh.
have a nice trying !
N.B:-Pd saat brdoa hrs bnar2 pasrah kpd-NYA,mnunjukan bhwa kita itu hny mnusia yg lemah dan tdk pnya kuasa ap2 d hadapan-NYA,hany ALLAH yg mha pemberi dan penyanyang umat-NYA,menang/kalah ALLAH yg menentukan jd umat-NYA brusha kras+brjuang sampai titik darah pnghbisan...agar ALLAH Membrikan kt kemenangan
- Trik psikologi ini tidak menjamin 100% anda meraih kemenangan. kemenangan ditentukan banyak faktor al fisik, teknik, taktik, mental, etika. Yang jelas kalau main di gelanggang ya tetap harus ada persiapan !!!
1. Secara sadar, niatkan sepenuh hati untuk fokus ke permainan. Ini bisa dimulai ketika kita mulai berdoa sebelum melakukan peregangan dan senam. Sebelum berdoa, niatkan bahwa pikiran dan kondisi mental anda "siap" atau "ON" setelah selesai berdoa.
2. Lakukan stretching/peregangan secara perlahan-lahan, pastikan semua otot terulur dengan baik. Dan pastikan gerakan senam yang anda lakukan benar-benar maksimal menaikkan denyut nadi di kisaran main (masuk zona latihan)
3. Untuk mengusir rasa cemas/grogi/takut, saar stretching dan senam ulang-ulang saja frase kata berikut ini: "Fokus-rileks, fokus rileks, fokus rileks, fokus rileks," atau "santai-kuat" atau cukup "fokus-fokus-fokus.." atau kata pendek lain yang anda inginkan.
beberapa atlit mungkin merasa nyaman dengan mengucap doa secara pendek atau mengucapkan dzikir. Sama saja, asalkan itu:
a. pendek dan mudah diulang-ulang
b. tidak mengandung kata negatif misalnya "tidak" atau "jangan" atau "bukan", dsb
c. anda tidak harus memepercayainya, yang perlu dilakukan cuma mengulang-ulangnya dalam hati
4. Ketika sudah berada di pojok grlanggang, berdoalah sekali lagi. Saat itu niatkan dan fokuskan bahwa setelah selesai berdoa, anda sudah berada dalam keadaan "SIAP MAIN". Saat itu, lupakan menang kalah, yang ada di kepala cukup "main".
Permainan pencak silat sangat fleksibel, jadi jangan kaku dengan permainan atau strategi yang sudah direncanakan. Selama kondisi pikiran tetap rileks, kita bisa sangat fleksibel berubah pola main satu ke pola main yang lain, menyesuaikan dengan waktu dengan mudah tanpa harus merasa panik (untuk TGR) sehingga performance tinggi tetap bisa diperoleh.
have a nice trying !
N.B:-Pd saat brdoa hrs bnar2 pasrah kpd-NYA,mnunjukan bhwa kita itu hny mnusia yg lemah dan tdk pnya kuasa ap2 d hadapan-NYA,hany ALLAH yg mha pemberi dan penyanyang umat-NYA,menang/kalah ALLAH yg menentukan jd umat-NYA brusha kras+brjuang sampai titik darah pnghbisan...agar ALLAH Membrikan kt kemenangan
- Trik psikologi ini tidak menjamin 100% anda meraih kemenangan. kemenangan ditentukan banyak faktor al fisik, teknik, taktik, mental, etika. Yang jelas kalau main di gelanggang ya tetap harus ada persiapan !!!
Label:
pencak silat
Senin, 22 Juni 2009
PshT adalah sebuah ajaran untuk hidup

PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE merupakan sebuah organisasi besar pencak silat di indonesia yang merupakan salah satu top organisasi pencak silat dari 10 prguruan.
di lihat dari aspek secara keseluruhan tujuan utama PSHT adalah MENDIDIK MANUSIA YANG BERBUDI PEKERTI LUHUR TAHU BENAR DAN SALAH.
adalah mutlah menjadi tujuan dan jiwa berbudi pekerti luhur itu juga mutlak ada dalam setiap tingkah laku, kata, dan batin setiap anggotanya.
kalau boleh saya berkomentar dalam sisi yang agak sempit tentang ajaran hidup psht adalah tercermin dalam.
1.setiap kali bertemu dalam latihan
2. memulai latihan
3.menutup latihan.
uraian...
1. SETIAP KALI BERTEMU DALAM LATIHAN
di manapun berada,di negara manapun, di tempat latihan manapun, anggota psht mempunyai tradisi: setiap bertemu adalah salaman.
salaman adalah suatu bentuk mengakui eksistensi manusia dengan tidak memandang asal, agama,pendidikan. tapi murni dengan niat sambung roso,murni dengan niat tulus kalau yang di salami ada dengan keadaannya. ada bukan karena harta, ada bukan karena pangkat jabatan, ada bukan karena usia, ada bukan karena asal di lahirkan,
yang bersifat semu.
tapi ada yang bersifat hakiki yaitu sejatinya manusia yang sama2 ciptaan TUHAN YANG MAHA ESA.
tapi perlu dicatat salaman ini adalah sesuai yang wajib tapi tidak wajib.
tidak wajib tapi wajib. artinya yang didahulukan adalah sambung secara batin.
karena ingat anggota psht adalah organisasi besar dan memiliki anggota yang besar pula,yang memiliki batas-batas.
salah satu contoh. ada warga yang beragama islam yang tidak mau salaman terhadap yang bukan mukhrimnya/ lain jenis. di psht- ini bukan kendala karena inti salaman adalah sambung roso maka yang tidak di salami akan memahami keyakinannya. namun yang punya keyakinan tidak salaman kepada lain jenis harus mengganti salaman dengan sapaan yang lebih ramah dari pada yang salaman,
nah inilah yang membuat psht guyup lan rukun.
2. MEMULAI LATIHAN.
acara latihan selalu di mulai dengan berbaris.
a.siswa berbaris menghadap warga yang melatihnya dan memberi hormat.
b.berdo'a, selanjutnya latihan.
a. siswa berbaris menghadap warga yang melatih adalah posisi yang menggambarkan posisi yang melatih dan di latih.
secara global ini adalah posisi dimana kita dalam hidup "harus tahu posisi" di mana kita berada. jika menjadi bawahan harus hormat kepada atasan.dan sebaliknya jika menjadi atasan harus bisa menghargai bawahan.
atau bisa di contohkan yang lain. ketika kita di posisikan menjadi pemimpin/yang dituakan maka harus bisa mengayomi rakyatnya/adik2nya.
b. berdo'a adalah sebuah perbuatan mengakuai eksistensi sang pencipta.
mengakuai jika ada yang di cipta pasti ada yang menciptakan.
jika sesuatu ada pasti yang mengadakan.
berdo'a beryukur atas kesehatan, di beri kesempatan untuk latihan, di beri kesempatan untuk hidup.
berdo'a memohon ampun karena hakikat manusia adalah lupa dan salah dan meminta kemurahan Tuhan YME agar keinginan tercapai dan di beri kemudahan untuk mencapainya.
3. MENUTUP LATIHAN
latihan akan di akhiri dengan berbaris, berdoa,memberi hormat pada warga yang melatih dan salaman.
berdo'a adalah menutup kegiatan dengan rasa syukur karena di beri kelancaran. dan salam adalah tanda perpisahan sementara untuk bertemu lagi.
awal latihan berdo'a dan di akhiri berdo'a.
dari segi agama ada dalam ajarannya.
perlu di catat tradisi ini hanya bagian sedikit dari ajaran psht.
ini adalah rutinitas anggota psht yang kadang hanya menjadi rutinitas belaka sehingga tidak mampu mengakar dalam hidup.
seolah-olah tak ada arti. pada hal jika di cermati lebih dalam-ini mengandung ajaran hidup yang sangat dalam.
makanya faktor untuk mencapai menjadi menusia yang berbudi pekerti luhur tak bisa untuk tidak di tolak penggemblengannya saat siswa dan anggota saling silaturohim atau bahasa ringannya-sering main2 kelatihan dan saling ngangsu kawerruh.
ini dulu lain kali di sambung lagi..
Label:
pencak silat
Senin, 11 Mei 2009
sepintas asing di tempat asalnya
di kutib dari (Iwan Setiawan/Anggota Milis SilatIndonesia@yahoogroups.com)
Mungkin ini adalah kata yang tepat untuk olah raga beladiri tradisional negeri ini. Ada rasa asing bagi anak negeri terhadap seni beladiri sendiri. Ketika tiap olah raga bela diri mulai merambah sendi kehidupan generasi muda anak negeri, ada yang terbalik dengan keadaan Pencak Silat. Silat, silek, pencak silat, penca, menca, mamenca, atau apapun istilah lainnya kini malah mulai tertidur.
Ada ironi yang menghinggapi hati negeri ini. Ketika negeri jiran kini amat bangga dengan budayanya, kini kita malah dihinggapi rasa rendah diri terhadap karya budaya sendiri, andaikan dulu kita adalah bangsa yang rendah hati kini kita adalah bangsa yang rendah diri.
Keunikan dan dan kekhasan Pencak Silat kini tergeser oleh imej (image) yang terlanjur tertempel pada diri Pencak Silat itu sendiri. Bahwa Pencak Silat adalah olah raga bela diri dari kampung.
Banyak usaha yang telah dilakukan anak negeri ini memperkenalkan Pencak Silat kepada dunia dan seperti yang kita ketahui kini olah raga bela diri ini telah banyak digemari dan dipelajari lebih dari 20 negara yang tergabung dalam PERSILAT. Sayangnya pesatnya perkembangan Pencak Silat di negeri lain tidak dapat diimbangi dengan kemajuan di negeri asalnya. Sungguh suatu yang menyakitkan bila kita teliti bahwa imej (image) yang terlanjur tertanam bahwa Pencak Silat adalah bela diri asal kampung kini malah terseret menjadi kampungan karena ketidakmampuan kita dalam manajemen dan organisasi.
Kini satu persatu perguruan Pencak Silat, baik yang berorientasi olah raga, seni, maupun bela diri mulai berguguran, satu persatu mulai kehilangan murid maupun peminat. Jika ada hal unik yang dapat Pencak Silat tawarkan, seharusnya tiap orang akan tahu apa yang “dijual” Pencak Silat. Ketidaktahuan Guru, Pelatih, instruktur beladiri ini dalam “mengemas” dan “menjual” Pencak Silatlah yang akhirnya membuatnya menjadi anak tiri di rumah sendiri. Bagaimana mungkin kita akan “membeli” sesuatu jika apa yang kita lihat dan kita dengar tidak membuat kita tertarik.
Gegap gempita dan riuh rendahnya suasana gelanggang sepuluh-lima belas tahun lalu dalam tiap kejuaraan kini mulai sepi, terasalah bagi para pesilat yang berumur bahwa kini suasana seperti dulu tak dapat mereka nikmati. Tinggal kenangan manis yang tersisa. Kesedihan yang tertanam pada hati tiap pesilat, pendekar maupun guru, tak akan mampu terbayar oleh apapun. Hasil yang ada tak sebanding dengan pengorbanan yang mereka lakukan.
Kita yang memiliki Padepokan Pencak Silat terbesar didunia, malah menjadi asing apabila masuk kedalamnya. Sepinya kegiatan Pencak Silat ditiap hari dalam padepokan yang notabenenya rumah sendiri bagi pesilat, membuat bingung kita. Padepokan yang terlihat bagaikan sosok gedung gagah yang tak ramah.
Masih sejumput tanya yang tersisa kini, adakah kita akan membiarkan sang “Harimau” (Pencak Silat) tertidur? Harimau tetaplah harimau walau tertidur, tapi harimau terjaga lebih ditakuti daripada yang tertidur.
Apakah kita akan biarkan Pencak Silat menjadi kampungan sementara diantara kita mampu membantu baik dari penataan organisasi, mengemas “selling point” dan keunikan Pencak Silat hingga laku di “jual” pada anak negeri?
Apakah kita akan membiarkan “rumah” kita sepi melompong, sementara kita mampu mengisinya? Jangan jadikan “rumah” kita menjadi gedung yang tak ramah.
Jika yang ada dalam hati kita kita tidak, maka mulailah kita melangkah dengan keahlian masing-masing untuk kembali “membangunkan” Pencak Silat. Adalah bukan hal yang mustahil Pencak Silat akan menjadi jati diri bangsa selain sebagai aspek olah raga, bela diri, budaya dan religi.
ada istilah tiap hutan ade harimaunye, tiap tempat ade jagonye…..nah kalau tiap negara ada beladirinya…..kenapa Pencak Silat tidak jadi harimau dihutannya sendiri?
Label:
pencak silat
Langganan:
Postingan (Atom)
